RSS

Perusahaan Lokal Diharapkan Ikut Bangun Pelabuhan Cilamaya

17 Des

Perusahaan Lokal Diharapkan Ikut Bangun Pelabuhan Cilamaya

Antisipasi Kepadatan Arus Barang di Tanjung Priok

Jakarta – Saat ini pemerintah akan memberikan peran kepada perusahaan lokal atau pelayaran nasional untuk berinvestasi dalam pembangunan Pelabuhan Cilamaya di Karawang, Jawa Barat. Menurut Dirjen Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Capt Bobby R Mamahit tujuan utama pembangunan pelabuhan itu dilakukan sebagai antisipasi kepadatan arus barang di Pelabuhan Utama Tanjung Priok.

“Selama ini kita juga mengharapkan agar perusahan nasional mengambil peran. Dan kita akan mendukung jika perusahan pelayaran kita mau ikut berinvestasi dalam pembangunan di Cilamaya. Kita harapkan dengan adanya sentuhan pihak lokal pembangunan pelabuhan tersebut lebih maju,” kata Bobby di Jakarta, Jakarta, Senin (16/12).

Selain Cilamaya, katanya, pemerintah juga mengembangkan pelabuhan eksisting sebagai hub port domestik, di antaranya, Bitung, Makasar, Sorong, Surabaya, dan Tanjung Mas Semarang. Pengembangan pelabuhan dilakukan ke kawasan Timur, sebagai hub port, sehingga kapal pengangkut barang ke kawasan timur bisa langsung ke lokasi dan tidak perlu ke Priok.

Pengembangan pelabuhan secara menyeluruh memerlukan biaya besar dan pemerintah tentunya akan menggandeng swasta. Karena, sampai 2030 arus petikemas di sejunmlah pelabuhan utama meningkat tajam. Misalnya Priok dipridiksi mnencapai 21,24 juta TEUs.

Tingkat pertumbuhan itu, kata Bobby, akan diikuti pelabuhan utama lainnya. Dia bahkan memproyeksikan, kebutuhan investasi pengembangan pelabuhan di luar Cilamaya hingga 15 tahun kedepan mencapai US$ 47 juta.

Proyeksi itu menjadi salah satu dasar Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. KP.414 Tahun 2013 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional. Dasarnya, kata dia, lajunya proyeksi trafik petikemas di sejumlah pelabuhan utama di Indonesia. “Cilamaya harus dimulai dari sekarang, karena dalam lima tahun, ketika Priok sudah penuh, bisa bergeser ke Cilamaya. Lokasi baru itu dinilai strategis dan pengurai kemacetan di Jakarta,” katanya.

Selain Tanjung Priok, tingkat pertumbuhan menonjol juga akan terjadi di Tanjung Perak 9,44 juta TEUs, Pelabuhan Belawan 4,81 juta TEUs, Pelabuhan Tanjung Emas 3,11 juta TEUs, dan Pelabuhan Makassar 2,47 juta TEUs. “Kita tidak bisa diam, kita harus berbuat, karena tingkat pertumbuhan tinggi. Antisipasi itu juga dilakukan terhjadap Kalibaru di Priok, yang saat inbi sudah over capacity,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komite Tetap Pelaku dan Penyedia Jasa Logistik Kadin Indonesia Irwan A Hasman mendesak Pemerintah lebih serius melakukan pembenahan terhadap pelabuhan Tanjung Priok sebab para pemilik barang sangat dirugikan dengan lama waktu bongkar muat di pelabuhan tersebut yang mengakibatkan melonjaknya biaya logistik.

“Saat ini, beberapa lokasi bongkar muat di pelabuhan Tanjung Priok atau yang biasa disebut Jalur Merah, Jalur Hijau, dan Jalur Kuning belum berjalan sebagaimana yang menjadi harapan dunia usaha,” katanya.

Dijelaskannya waktu tunggu Jalur Merah seharusnya bisa ditekan dari sekarang 1 bulan menjadi 1 pekan. Jalur hijau bisa ditekan menjadi 2 hari dari kondisi sekarang 3-4 hari, sedangkan jalur kuning bisa ditekan menjadi 3 hari dari kondisi sekarang mencapai 7 hari.

Sumber: http://www.neraca.co.id/harian/article/36241/Perusahaan.Lokal.Diharapkan.Ikut.Bangun.Pelabuhan.Cilamaya

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Desember 17, 2013 in Headline Media

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: