RSS

Rencana Pemprov DKI Reklamasi Pantai Utara Jakarta Dikritik Aktivis Lingkungan

15 Feb
Rabu, 06/02/2013 17:30 WIB

Rencana Pemprov DKI Reklamasi Pantai Utara Jakarta Dikritik Aktivis Lingkungan

Aktivis lingkungan menolak reklamasi pantai Jakarta. (Ilustrasi/detikcom)

Jakarta – – Rencana Pemprov DKI Jakarta melakukan reklamasi atau membuat 12 dataran baru di sebelah utara pantai Jakarta mengundang kritik dari kalangan aktivis lingkungan. Proyek reklamasi itu dikhawatirkan justru malah dapat merusak lingkungan.

“Bisa saja dilakukan, tapi harus diperhitungkan soal kandungan kandungan di dalam lumpur itu serta dampaknya secara sosial,” kata pengamat lingkungan dan mantan Direktur Eksekutif WALHI (Wahana Lingkungan Hidup) Berry Nahdian, kepada wartawan di Jakarta, Rabu (6/2/2013).

Menurutnya, rencana Pemprov DKI tersebut harus mengukur kandungan zat kimia dalam tanah waduk Pluit yang disebut sebagai salah satu bahan untuk reklamasi atau pembuatan 12 pulau. Berry menilai tanah waduk Pluit dan sekitarnya sarat kontaminasi seperti deterjen, timbal, dan merkuri.

“Pemerintah perlu melakukan uji sampel terhadap lumpur-lumpur di Pluit. Jangan sampai memaksakan menggunakan lumpur dengan kandungan zat kimia berbahaya yang pada akhirnya memusnahkan ekosistem di sekitar pulau yang dibangun,” tutut Berry.

Berry memperkirakan kerusakan yang mungkin terjadi adalah berkurangnya populasi biota laut di pesisir Jakarta. Menurutnya, tanah dan lumpur yang mengandung zat kimia bisa merusak terumbu karang dan ikan. Lumpur yang larut dalam air laut juga akan merubah warna air dan memperkeruh air laut di pesisir pantai. Hal ini dinilai dapat mengurangi estetika pantai Ancol.

Namun Berry mengaku optimis jika perencanaan yang dilakukan pemerintah provinsi DKI Jakarta juga memperhitungkan biota laut di perairan Ancol. “Dengan pengkajian yang baik, rencana pemprov itu masih bisa dilakukan,” tutup Berry.

Selain itu, hal lain yang perlu diperhatikan menurut Berry adalah dampak sosial, terutama berkaitan dengan aktivitas nelayan di sekitar. Berry meminta agar rencana tersebut juga melibatkan masyarakat nelayan.

“Jika melewati titik-titik tempat nelayan biasa bekerja, sebaiknya dipertimbangkan, kira-kira apa yang bisa diberikan kepada nelayan. Solusi apa yang bisa dihadirkan. Jangan sampai memusnahkan mata pencaharian mereka,” cetusnya

Sebelumnya, Wagub DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) mengatakan akan bekerjasama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol untuk mengeruk waduk dan hasil kerukannya digunakan untuk melakukan reklamasi atau pembuatan daratan baru.

“Kita lagi mau panggil Ancol, dia mau bikin pulau. Kalau nggak salah ada 12 pulau ya. Pesisir utara Jakarta, jadi itu ada konsep giant sea wall yang besar di depan laut. Terus di belakangnya baru pulau-pulau yang dekat darat,” kata Ahok, di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (4/2).

Sumber : http://news.detik.com/read/2013/02/06/173040/2163048/10/rencana-pemprov-dki-reklamasi-pantai-utara-jakarta-dikritik-aktivis-lingkungan?nd772204btr

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Februari 15, 2013 in Headline Media

 

One response to “Rencana Pemprov DKI Reklamasi Pantai Utara Jakarta Dikritik Aktivis Lingkungan

  1. Fera

    Mei 1, 2013 at 11:32 am

    Keren juga kalau jakarta memiliki pulau buatan, tapi tetap harus menjaga kelestarain lingkungan.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: