RSS

Penataan Pelabuhan Tanjung Priok Dongkrak Daya Saing

22 Jan

http://www.suarakarya-online.com

SISLOGNAS

Penataan Pelabuhan Dongkrak Daya Saing
Selasa, 22 Januari 2013

JAKARTA (Suara Karya): Penataan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, sesuai standar internasional harus terus dilakukan agar Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara ASEAN dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015.
Apalagi peningkatan kualitas sistem logistik nasional (sislognas) tersebut sangat bermanfaat untuk mendorong daya saing bangsa serta kesejahteraan masyarakat di daerah tertinggal.”Kita menginginkan adanya daya saing tinggi menjelang pelaksanaan komunitas ekonomi ASEAN pada 2015, untuk itu integrasi sistem logistik nasional kita sangat penting,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa dalam pengarahan perbaikan kinerja fasilitasi kepelabuhan dan kepabeanan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/1).
Menurut Hatta, peningkatan daya saing tersebut harus tercermin secara kuantitatif berupa penurunan biaya logistik yang signifikan, dari yang tercatat saat ini sebesar 14 persen menjadi 10 persen. “Para pesaing kita saat ini mengalami kemajuan. Oleh sebab itu, sasaran 10 persen harus menjadi key performance indicator kita, bahwa kita sanggup dan harus meraih itu,” ujarnya.Apalagi, dia menambahkan, biaya logistik yang rendah dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang masih tertinggal, terutama di kawasan timur Indonesia. “Mereka di koridor lima dan enam yang tergabung dalam MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia) masih menanggung beban logistik yang besar. Pembenahan ini memang keras, tetapi ini demi meningkatkan daya saing,” kata Hatta.
Selain itu, dalam upaya memperbaiki daya saing dan meningkatkan kesejahteraan, maka modernisasi sarana dan prasarana di kawasan pelabuhan juga sangat penting untuk menjaga konektivitas.
Untuk itu, harus dilakukan penataan dalam pelabuhan, sehingga integrasi antarbea cukai, imigrasi, dan karantina dapat lebih efektif.Upaya strategis lainnya untuk mendukung efisiensi biaya logistik yaitu menurunkan waktu yang dibutuhkan kontainer impor untuk bongkar-muat hingga keluar dari kawasan pelabuhan (dwelling time). “Proses dwelling time harus kita turunkan, dengan adanya matriks kerja yang jelas, siapa melakukan apa, karena saat ini dwelling time di Tanjung Priok berkisar hingga enam-tujuh hari,” ujarnya.
Hatta berharap proses dwelling time di Tanjung Priok dapat dipercepat menjadi tiga atau empat hari untuk menyamai kualitas pelayanan kepabeanan di Tanjung Pelepas, Malaysia.Pada kesempatan itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, dwelling time tersebut terkait langsung dengan investasi yang masuk di Indonesia.
Saat ini sudah ada lebih dari 40 industri yang akan masuk di Tanah Air.”Mereka meminta adanya pembenahan infrastruktur. Apabila tidak ada pembenahan, maka para investor akan mempertimbangkan kembali untuk berinvestasi di Indonesia,” ujar Hidayat.Kepabeanan
Sementara itu, Menteri Keuangan Agus Martowardojo menginginkan kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang lebih steril untuk meningkatkan dan membenahi pelayanan dalam bidang kepabeanan. “Masalah yang perlu dibenahi terkait sarana dan prasarana, karena saat ini masih banyak entitas yang berbisnis di pelabuhan, kalau ditertibkan tentu makin baik,” kata Agus, yang juga merangkap Ketua Tim Persiapan National Single Window (NSW).
Dia berharap otoritas yang berwenang dalam lingkungan pelabuhan hanya berasal dari Ditjen Bea dan Cukai, Imigrasi, dan Badan Karantina untuk mempermudah koordinasi dan mengefektifitaskan pelayanan. “Saat ini masih ada sekitar 21 entitas berbisnis di kawasan pelabuhan dan membuat pelabuhan kurang steril,” tuturnya.
Selain itu, terkait sarana pelabuhan di kawasan Tanjung Priok juga masih terdapat kekurangan, terutama belum adanya Tempat Pemeriksaan Fisik yang belum memadai serta lokasi kepabeanan lain yang masih terpisah. “Ini yang masih menghambat kelancaran arus barang serta kegiatan ekspor dan impor di pelabuhan Tanjung Priok,” ujar Agus.
Hadir dalam kunjungan kerja tersebut Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menteri Perindustrian MS Hidayat, Menteri Pertanian Suswono, dan Menteri Perhubungan EE Mangindaan. Kemudian, hadir juga Wakil Menteri PPN/Kepala Bappenas Lukita Dinarsyah Tuwo, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krishnamurti, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino, dan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Agung Kuswandono.
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Januari 22, 2013 in Headline Media

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: