RSS

JASA PELABUHAN: Tak Efisien, pengguna Beralih Ke Ro-Ro

09 Nov

JASA PELABUHAN: Tak Efisien, pengguna Beralih Ke Ro-Ro

 

Compact_pelabuhan

JAKARTA: Sering terjadinya antrean sandar kapal dan proses bongkar muat yang masih memakan waktu lama untuk kegiatan pelayanan peti kemas domestik (antarpulau) di Pelabuhan Umum menjadi salah satu pemicu beralihnya pola 
pengangkutan yang sebelumnya menggunakan sistem kontainerisasi kini memilih dengan angkutan roll on-roll of (ro-ro). 

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) DKI Jakarta Sofian Pane mengatakan, penyebab lainnya adalah biaya handling (bongkar muat) di pelabuhan asal maupun pelabuhan tujuan untuk kontainer jauh lebih tinggi ketimbang angkutan menggunakan ro-ro. 

“Layanan kontainer menggunakan alat jenis crane untuk bongkar muatnya, sementara muatan di kapal ro-ro diangkut menggunakan truk tronton yang bisa langsung masuk dan ke luar pelabuhan,” ujarnya kepada Bisnis hari ini, Rabu 
(7/11). 

Dia mencontohkan, di Pelabuhan Tanjung Priok saja saat ini sudah sangat marak pola pengangkutan kargo domestik menggunakan kapal ro-ro. 

Karenanya, SOfian mengusulkan  untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat umum terhadap sistem pengangkutan kontainerisasi di pelabuhan di perlukan terobosan oleh operator pelabuhan umum/Pelindo. 

Terobosan itu,  kata Sofian  al; menjamin tidak terjadinya antrean kapal domestik, mempersingkat waktu bongkar muat serta efisiensi tarif handling.

”Selama ini kapal kontainer lebih lama berada di pelabuhan ketimbang berlayar, sehingga biaya tambat tinggi dan tidak efisien,” tuturnya. 

Berbeda dengan kapal jenis ro-ro, kata dia, yang  sudah terjadwal rute dan waktu pengangkutannya sehingga kapal itu justru lebih banyak berlayar ketimbang tambat di pelabuhan.

”Kapal kontainer domestik terkadang bisa dua hingga tiga hari di pelabuhan nunggu sandar atau menyelesaikan bongkar muat di pelabuhan,” ujarnya. 

Untuk itu, Alfi DKI kembali mengingatkan agar manajemen Pelindo II dan Hutchison Port Indonesia (HPI) mengoptimalkan fungsi terminal 2 Jakarta International Container Terminal (JICT) di Pelabuhan Tanjung Priok, sebagai terminal yang melayani peti kemas domestik, sekaligus feeder ocean going.

Sumber : http://www.bisnis.com/articles/jasa-pelabuhan-tak-efisien-pengguna-beralih-ke-ro-ro
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 9, 2012 in Headline Media

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: