RSS

INFRASTRUKTUR PELABUHAN PRIOK Pelaksanaan Proyek Kalibaru Utara Molor

06 Nov

INFRASTRUKTUR PELABUHAN PRIOK
Pelaksanaan Proyek Kalibaru Utara Molor

Selasa, 6 Nopember 2012

JAKARTA (Suara Kaya): Proyek pembangunan terminal peti kemas di Kalibaru Utara sebagai pengembangan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, terancam gagal. Hal ini menyusul terus mundurnya rencana pemancangan tiang pertama (ground breaking) tanda dimulainya proyek ini.Megaproyek yang diperkirakan menelan dana investasi sebesar Rp 9,5 triliun ini, menurut Wakil Ketua Komisi V DPR Muhidin M Said, harus direalisasikan sesuai jadwal yang direncanakan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.
Keterlambatan pelaksanaan proyek ini akan berdampak buruk terhadap produktivitas kegiatan bongkar-muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok, yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas. Dalam hal ini, Pelindo II yang menunjuk kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) sebagai pemenang tender proyek pengembangan pelabuhan ini untuk tidak bermain dengan waktu.”Meski anggarannya di luar APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara), DPR tetap meminta Pelindo II dan PP selaku pemenang tender melaksanakan kegiatan pembangunan.
Keberadaan terminal peti kemas Kalibaru Utara strategis untuk menghindari kelebihan kapasitas barang yang ditangani di Pelabuhan Tanjung Priok,” kata dia di Jakarta, kemarin.Menurut Muhidin, idealnya setelah pemenang tender proyek ditetapkan, maka kegiatan pembangunan harus segera dilaksanakan. “Saya belum tahu apa alasan Pelindo II menunda kegiatan proyek tersebut,” ujarnya.Sebelumnya, proses pemancangan tiang pertama dijadwalkan 17 September 2012 atau bertepatan Hari Perhubungan. Namun, tertunda dan dijanjikan pada awal Oktober 2012. Sayangnya, hingga saat ini belum bisa direalisasikan.
Terkait hal ini, banyak pihak mempertanyakan komitmen Pelindo II yang dapat penugasan dari pemerintah melalui Perpres Nomor 36 Tahun 2012 tentang Penugasan Pembangunan dan Pengoperasian Terminal Peti Kemas Kalibaru Utara, Tanjung Priok.Menteri Perhubungan (Menhub) EE Mangindaan mengatakan, pelaksanaan pembangunan Terminal Peti Kemas Kalibaru Utara Pelabuhan Tanjung Priok seharusnya dapat dilakukan pada bulan ini. Dengan ini, target pengoperasian terminal ini pada awal 2014 bisa terpenuhi.”Harus tetap jalan, karena pemerintah sudah menugaskan Pelindo II. Saya berharap ground breaking bisa dilaksanakan bulan ini. Kita masih menunggu kesempatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk datang meresmikan. Apalagi Pelabuhan Tanjung Priok sama seperti Bandara Soekarno-Hatta,” katanya saat meninjau Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin.
Sebenarnya, menurut Menhub, proses pembangunan Terminal Kalibaru Utara sudah dimulai, sehingga peresmian oleh Presiden SBY sekadar tanda dimulainya proyek. Apalagi pembangunan Terminal Kalibaru Utara merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi kegiatan bongkar-muat barang di Pelabuhan Tanjung Priok. Karena itu, diharapkan Terminal I Kalibaru Utara bisa selesai pada awal 2014, sehingga bisa menyelesaikan masalah penumpukan peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok belakangan ini.”Harus dilaksanakan segera, karena volume peti kemas di Priok bertambah 1 juta Teus (twenty foot equivalent units) per tahun. Pelindo II harus menyiapkan sistem manajemen yang baik untuk mengatasi penumpukan peti kemas. Jadi sambil melakukan perbaikan manajemen dan pengaturan, maka kita bangun Kalibaru Utara untuk menampung penambahan 1 juta Teus peti kemas,” ucap dia.
Terkait hal ini, Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengatakan, proses pembangunan proyek Kalibaru Utara dimulai seiring ditandatanganinya kontrak kerja sama Pelindo II Dan PP. Untuk proyek ini, PP akan melaksanakan pekerjaan konstruksi Dermaga 1A, dermaga Container Yard 1A, Dermaga 1B, Breakwater Disposal A dan B, Breakwater Container Yard 1B, serta pekerjaan pengerukan dan reklamasi.Namun, terkait penunjukan operator terminal di Pelabuhan Tanjung Priok ini, Pelindo II akan dilakukan tender terbatas untuk perusahaan asing.
Terminal Kalibaru Utara mampu menampung 13 juta Teus peti kemas per tahun atau dua kali lipat dari kapasitas di Pelabuhan Tanjung Priok saat ini. Untuk terminal satu dan dua, masing-masing akan mampu menampung 1,5 juta Teus. “Kami sengaja memilih perusahaan asing agar mereka bisa membawa kapal besar ke Kalibaru Utara. Ini demi kepentingan nasional juga,” katanya. (Syamsuri S)
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 6, 2012 in Headline Media

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: