RSS

TERMINAL PETI KEMAS Gede Bage mendesak direvitalisasi

05 Nov

TERMINAL PETI KEMAS Gede Bage mendesak direvitalisasi

Compact_petikemas

TERMINAL PETI KEMAS Gede Bage mendesak direvitalisasi JIBI Kamis, 01 November 2012 | 12:26 WIB More Sharing Services Share on facebook Share on print Compact_petikemas JAKARTA: Kementrian Perhubungan didesak memacu revitalisasi untuk mengoptimalisasi fasilitas pelabuhan darat (dry port) Gede Bage Bandung Jawa Barat sebagai terminal peti kemas penopang arus barang ekspor impor dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok.

Anggota Dewan Penasehat Kadin Indonesia Muis Tonthawi mengatakan, sebagai langkah awal optimalisasi itu bisa dilakukan dengan merevisi Keputusan Menteri Perhubungan (Kemenhub) No. KM 279/KA.101/PHB-87, karena aturan itu kini dinilai menghambat program revitalisasi dry port tersebut.

Dia mengatakan,optimalisasi fasilitas dry port Gede Bage sudah sangat mendesak dilakukan guna mengurangi beban jalan raya serta dampak kemacetan yang terjadi pada jalur distribusi kargo rute Bandung-Tanjung Priok (pulang pergi). “Program revitalisasi dry port Gede Bage sebagaimana yang diamanatkan dalam cetak biru sistem logistik nasional (Sislognas) masih terganjal dengan adanya KM Menhub tersebut,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini Kamis (1/11).

Dia mengatakan, dalam pasal (4) KM Menhub itu masih disebutkan pengusahaan terminal peti kemas Gede Bage di laksanakan oleh perusahaan Jawatan Kereta Api dan layanan moda ini ketika itu layanan angkutan moda ini bersifat mengedepankan public service. Namun pada kondisi sekarang, imbuh dia, perusahaan Jawatan Kereta Api sudah berubah menjadi BUMN atau Perseroan Terbatas (PT) KA dan sesuai dengan UU Perkeretaapian, bahwa keikutsertaan swasta dalam pelayanan angkutan melalui moda KA harus di tenderkan/lelang terbuka. Tetapi kenyataannya, kata dia, sejak setahun lalu, pengusahaan angkutan moda angkutan barang dan peti kemas Gede Bage di subkontrakkan dengan sejumlah mitra swasta, sehingga tarif jasa pelayanannya menjadi lebih mahal meskipun frekuensinya hanya sekali pengangkutan dalam sehari. “Kondisi ini menyebabkan pemilik barang ekspor impor enggan memanfaatkan moda KA dalam angkutan barangnya. Praktek seperti ini yang mesti dibenahi. Oleh sebab itu aturannya mesti di revisi agar lebih jelas,” tuturnya. (k1/arh)

Sumber :http://www.bisnis.com/articles/terminal-peti-kemas-gede-bage-mendesak-direvitalisasi
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada November 5, 2012 in Headline Media

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: