RSS

TERMINAL 2-JICT PRIOK: Optimalisasi dinilai lamban

24 Jul

TERMINAL 2-JICT PRIOK: Optimalisasi dinilai lamban

Compact_pelabuhan

JAKARTA: Optimalisasi dan pemanfaatan terminal 2-JICT di Pelabuhan Tanjung Priok, untuk di alihfungsikan sebagai pelayanan sandar kapal peti kemas ocean going sekaligus domestik (antar pulau), hingga kini belum dilaksanakan.

Padahal, Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Sahat Simatupang telah melayangkan surat kepada Pelindo II dan PT Jakarta International Container Terminal (JICT) dengan Nomor: UM.002/8/9/OP.TPK.2012 tanggal 15 Mei 2012 perihal optimalisasi  terminal 2-JICT tersebut.

Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro menyesalkan lambannya optimalisasi terminal 2 JICT tersebut, padahal langkah ini diharapkan bisa memberikan efisiensi penanganan logistik melalui pelabuhan Tanjung Priok.

Dia mengatakan, terminal 2-JICT di Priok itu selama ini tidak termanfaatkan atau idle karena dengan kedalam kolam dermaga yang hanya -7 s/d -8 Low Water Spring (LWs) tidak mungkin bisa disandari kapal internasional (ocean going).

“Tetapi untuk disandari kapal pengangkut peti kemas domestik masih bisa sehingga kapal peti kemas domestik bisa di layani di terminal ini,” ujarnya kepada Bisnis Jumat (20/7).

Toto mengatakan, terminal 2-JICT yang merupakan aset negara itu seharusnya bisa segera di manfaatkan oleh Pelindo II maupun pengelola JICT untuk mendukung pelayanan kapal peti kemas domestik.

Pasalnya, sejumlah fasilitas dermaga konvensional yang dikerjasamakan pengelolaannya dengan perusahaan bongkar muat (PBM) di Priok kini sedang dalam perbaikan dan belum selesai.

“Ini juga untuk menghindari terulangnya antrean kapal karena menunggu bongkar muat yang terlalu lama di Priok, yang berpotensi terjadinya kongesti,” tegasnya.

Depalindo menduga, ada tekanan dari sejumlah PBM di Tanjung Priok kepada Pelindo II dan JICT agar terminal 2-JICT tidak dioperasikan sebagai terminal domestik. “PBM yang menjadi mitra pengelola dermaga di Priok mengkhawatirkan marketnya tersedot ke terminal 2-JICT jika terminal itu juga melayani kapal peti kemas domestik,” tuturnya.

Padahal, ungkap Toto, dalam pertemuan terakhir antara Pelindo II, JICT dan Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok, Depalindo sudah mengusulkan bahwa pengoperasian terminal 2-JICT sebagai domestik bisa dilakukan dengan sejumlah catatan.

Catatan tersebut a.l. tidak mengambil market PBM (Terminal Operator) yang sudah ada, dan pengelola JICT diwajibkan mencari market baru untuk memaksimalkan fasilitas yang ada di pelabuhan Priok.

“Depalindo juga sudah menyampaikan surat resmi kepada Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok segera mengambil langkah, sebab pengguna jasa pelabuhan sangat menginginkan optimalisasi terminal 2-JICT tersebut untuk mewujudkan layanan pelabuhan yang efisien dan cepat,” tuturnya.

Masih optimistis

Kepala Otoritas Pelabuhan Tanjung Priok Sahat Simatupang, masih optimistis fasilitas terminal 2-JICT bisa segera di alihfungsikan sebagai lokasi sandar kapal peti kemas ocean going dan sekaligus domestik.

“Apalagi fasilitas crane  atau alat bongkar muat dan jaringan jalan di terminal 2-JICT sangat memadai, selain itu container yard-nya juga cukup luas,” ujarnya.

Sahat mengatakan dalam surat OP yang di tujukan ke Pelindo II dan JICT itu, instansinya menyararankan agar dilaksanakan pengerukan kolam dermaga terminal 2-JICT hingga kedalaman -12 LWS.

Sambil menunggu dilaksanakannya pengerukan tersebut, OP Tanjung Priok menginstuksikan Pelindo II dan manajemen JICT segera mengoptimalkan dermaga terminal 2-JICT agar bisa melayani kapal internasional dan domestik.

 

baca selengkapnya ……

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 24, 2012 in Headline Media

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: